Home / Anti Kena Scam! Contoh Penipuan Belanja Online yang Merajalela

Anti Kena Scam! Contoh Penipuan Belanja Online yang Merajalela

January 26, 2026Blog

Anti Kena Scam! Contoh Penipuan Belanja Online yang Merajalela

Buat kita para Gen Z, belanja online sudah jadi kebiasaan wajib karena segalanya serba praktis. Tapi, Sobat DOKU harus tetap waspada karena di balik kemudahan instan ini, ada berbagai contoh penipuan belanja online yang modusnya makin kreatif dan sulit ditebak. Jangan sampai niatnya mau self-reward, kamu malah berakhir rugi bandar karena tergiur harga murah yang nggak masuk akal atau terjebak skema promo fiktif. Saat ini, penipu nggak hanya bermain di toko palsu, tapi sudah menyasar celah keamanan melalui kurir palsu hingga manipulasi pengiriman paket yang nggak sesuai pesanan.

Memahami cara kerja penipu adalah benteng pertahanan terbaik agar kamu nggak menjadi korban scam. Mulai dari pengalihan transaksi ke luar platform resmi hingga pengiriman tautan berbahaya yang mengincar data pribadi serta kode OTP, semua dirancang untuk mengelabui ketelitian kita. Oleh karena itu, penting bagi Sobat DOKU untuk mengenali pola-pola ini sejak awal agar sesi belanja tetap menyenangkan. Yuk, simak pembahasan lengkap mengenai berbagai modus penipuan belanja online terbaru agar kamu bisa makin jago melindungi aset digitalmu!

Kasus Penipuan Belanja Online yang Semakin Sering Terjadi

Seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital, risiko terjebak penipuan belanja online pun ikut mengintai. Kemudahan akses dan sifat impulsif kita sering kali menjadi celah bagi para pelaku kejahatan. Apalagi sebagai Gen Z yang serba cepat, Sobat DOKU mungkin sering tergoda untuk langsung "gas" saat melihat barang lucu dengan harga miring tanpa memeriksa tanda-tanda mencurigakan. Sayangnya, kebiasaan ingin serba praktis dan kurangnya ketelitian dalam melihat detail transaksi inilah yang sering dimanfaatkan oleh penipu yang tahu banget kalau kita nggak mau ribet.

Para penipu ini paham pola pikir dan psikologi pembeli. Mereka lihai memanipulasi perasaan kamu melalui iming-iming "Promo Spesial", "Cuci Gudang", hingga harga murah yang nggak masuk akal untuk memancing rasa penasaran. Apalagi buat kamu kaum "mendang-mending", lihat harga murah pasti langsung mau checkout, kan?

Selain itu, para penipu belanja online kini makin kreatif dengan modus kurir palsu hingga pengalihan transaksi ke luar platform resmi demi mencuri data pribadi atau kode OTP milikmu. Jadi, pastikan Sobat DOKU selalu waspada dan jangan sampai niat self-reward malah berujung rugi karena kurang teliti.

Contoh Penipuan Belanja Online yang Wajib Diwaspadai

Melihat fakta bahwa kasus penipuan semakin meningkat, edukasi adalah senjata paling ampuh untuk melindungi diri kamu. Sobat DOKU perlu memahami strategi dan taktik licik yang digunakan para penipu biar nggak mudah terjebak rayuan palsu mereka. Yuk, pelajari berbagai modus penipuan belanja online terbaru yang wajib kamu waspadai saat sedang mencari barang impian!

1. Toko Online Palsu

Pernah lihat iklan di social media yang menjual barang branded tapi harganya bikin melongo? Hati-hati ya Sobat DOKU, itu bisa modus toko online palsu, apalagi penipu sekarang semakin jago bikin profil toko profesional, seperti foto produk yang aesthetic banget, itu biasanya dicuri dari toko aslinya biar kelihatan kredibel.

Strategi andalan mereka biasanya pasang harga yang nggak masuk akal. Misalnya, HP yang seharusnya harga 10JT, jadi 2JT dengan iming-iming “cuci gudang” atau “barang reject pabrik”, mereka sengaja melakukan itu agar narik perhatian dan bikin kita FOMO, sehingga kita bisa langsung checkout tanpa mikir panjang. Ingat ya, Sobat DOKU, kalau harganya terlalu murah dari harga aslinya, biasanya itu penipuan!

2. Phishing

Phishing - DOKU.Promo

Pernah nggak kamu dikasih link situs pembelian, tapi pas di klik bentuknya aneh, walaupun agak mirip? Bisa jadi itu phishing, mereka bikin halaman checkout tiruan yang dibuat semirip mungkin dengan platform belanja yang asli.

Tujuannya jelas, agar memancing Sobat DOKU untuk memasukkan informasi pribadi kita, atau informasi keuangan kita, padahal di balik layar, mereka sedang merekam informasi yang sedang kita ketik. Jangan sampai terjebak memasukkan informasi pribadi di situs yang nggak jelas asal-usulnya ya, Sobat DOKU!

3. Modus Mengaku sebagai petugas Bea Cukai atau Ekspedisi

Modus penipuan ini sering terjadi pada transaksi antarnegara, atau barang impor. Penipu sering menyamar menjadi petugas Bea Cukai atau pihak ekspedisi resmi, yang bertujuan untuk menakut-nakuti kamu dengan alasan barang kiriman kamu ditahan, lalu meminta biaya tambahan atau menebus barang yang ditahan, agar bisa dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Faktanya, menurut Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) modus ini sangat marak, mereka mencatat ada 7.219 laporan hingga November 2025 yang mengatasnamakan Bea Cukai, di mana 61,8% di antaranya adalah penipuan online melalui e-commerce. Jadi kalau ada yang mengatasnamakan Bea Cukai dan minta transfer dengan alasan “tebus barang”, sudah pasti itu penipuan ya, Sobat DOKU!

4. Meminta Data Pribadi, Password, atau Kode OTP

Hati-hati, Sobat DOKU, ini adalah penipuan yang paling berbahaya, karena penipu mencoba mendapatkan kunci akunmu secara langsung. Modus ini biasanya meminta data pribadi, password, atau kode OTP melalui berbagai saluran komunikasi (chat, email, link palsu). Lalu penipu menggunakan skenario iming-iming hadiah, bonus, atau diskon besar sebagai umpan untuk mendapatkan informasi yang sangat sensitif, jika mereka berhasil memegang password atau kode OTP-mu, akun belanja dan saldo bisa terkuras dalam sekejap!

5. Bukti Transaksi Palsu

Modus yang satu ini nggak cuman pembeli yang kena tipu, bahkan penjual pun bisa kena tipu, taktik penipuan ini dengan cara mengedit foto bukti transaksi, biar kamu percaya bahwa pesanan sudah dibayarkan, dan penjual yang kurang teliti akan langsung mengirimkan barangnya begitu saja. Jadi, Sobat DOKU jangan langsung percaya pada screenshot, jadikan mutasi rekening kamu satu-satunya bukti yang sah dalam bertransaksi.

Apakah Penipuan Jual Beli Online Bisa Dipidana?

Penipuan Jual Beli Online Bisa Di Pidana - DOKU.Promo

Sobat DOKU harus tahu kalau penipuan online itu bukan masalah sepele. Tindakan ini merupakan pelanggaran hukum yang bisa dipidana, karena sudah diatur dengan tegas dalam UU ITE serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Jadi, jangan merasa pasrah kalau kamu jadi korban, ya!

Jika kamu menyadari telah tertipu belanja online, langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah mengamankan semua bukti agar bisa segera diproses oleh pihak berwajib. Pastikan kamu menyimpan:

  • Tangkapan layar (screenshot) seluruh riwayat obrolan dan link profil pelaku.
  • Bukti transfer asli, baik berupa struk ATM maupun mutasi rekening di aplikasi mobile banking.
  • Data rekening pelaku, mulai dari nomor rekening hingga nama pemiliknya.

Masih bingung bagaimana cara memulainya? Tenang, kamu bisa langsung mengikuti panduan mengenai cara lapor penipuan belanja online yang lebih lengkap untuk mengetahui langkah-langkah teknis melaporkannya ke pihak terkait. Jangan biarkan penipu berkeliaran bebas, ya, Sob!

Ciri-Ciri Online Shop yang Berpotensi Menipu

Sebelum menekan tombol checkout dan melanjutkan pembayaran, Sobat DOKU wajib melakukan kurasi dan screening mandiri terhadap toko pilihanmu. Jangan sampai kamu hanya tergiur oleh profil toko yang terlihat mewah atau foto produk yang aesthetic. Tetap hati-hati ya, karena tampilan visual yang bagus itu sangat mudah dibuat dan bukan jaminan bahwa toko tersebut tepercaya.

Alih-alih hanya melihat tampilan luar, kamu perlu mengecek lebih dalam mengenai kredibilitas toko tersebut. Pastikan kamu memeriksa jumlah produk yang terjual, rating toko secara keseluruhan, serta membaca ulasan jujur dari pembeli lain untuk memastikan pengalaman mereka sebelumnya memang memuaskan.

1. Toko Baru Tanpa Riwayat Jelas

Jika Sobat DOKU menemukan toko yang pengikutnya sedikit, dan belum ada pembeli, mending urungkan niat buat transaksi di toko itu, deh! Biasanya akun baru tanpa riwayat itu cuman digunakan sekali pakai, yang siap menghilang kapan saja.

Jangan lupa, selalu cek detail rating dengan teliti. Hindari toko yang memiliki rating di bawah 4.0 atau akun penjual di TikTok Shop dan Instagram yang mematikan kolom komentarnya, karena itu sudah pasti toko red flag!

Biar makin yakin, coba mampir ke bagian ulasan bintang 1 atau 2 untuk melihat apa keluhan pembeli sebelumnya. Kalau kamu menemukan keluhan seperti "barang tidak dikirim" atau "barang palsu", mending langsung skip saja dan cari toko lain yang lebih tepercaya!

2. Harga Terlalu Murah

Pernah lihat iklan di media sosial yang menawarkan smartphone belasan juta, tapi dijual cuma seharga 2 juta rupiah? Jangan langsung diklik ya, Sob! Ini adalah salah satu contoh penipuan belanja online yang paling sering memakan korban. Penipu sangat pintar memanfaatkan psikologi FOMO (Fear of Missing Out) dengan embel-embel "Cuci Gudang" atau "Barang Sitaan Bea Cukai" supaya kamu tergiur dan nggak berpikir panjang.

Ingat, ya, Sob, prinsip "ada harga, ada kualitas" itu nyata. Jika sebuah produk dijual 70% hingga 90% lebih murah dari harga pasaran tanpa adanya event atau promosi resmi dari brand terkait, hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan. Jangan sampai niat hati ingin untung, malah berujung rugi karena kurang teliti!

3. Meminta Uang Muka (DP)

Hati-hati kalau kamu lagi nanya barang, terus penjual minta uang muka atau DP (Down Payment) dengan alasan “jumlah stok terbatas” atau “untuk mengamankan barang agar tidak diambil orang lain” mending langsung mundur deh, Sob! Biasanya itu trik penipu belanja online untuk mendapatkan dan membawa kabur uang tersebut. 

Kamu juga harus tahu bahwa transaksi dalam barang ritel (gadget, baju, elektronik, dan lainnya), dengan menggunakan sistem DP itu nggak lazim, transaksi yang aman seharusnya menggunakan pembayaran penuh melalui Rekening Bersama (Escrow) di marketplace, bukan transfer sebagian ke rekening pribadi.

4. Jumlah Followers Tidak Wajar

Zaman sekarang, jumlah followers itu gampang dimanipulasi! Ingat, ya, Sob, jangan langsung percaya begitu saja kalau menemukan online shop dengan jumlah pengikut yang sangat besar di media sosial, seperti Instagram atau TikTok. Jangan jadikan angka pengikut sebagai satu-satunya jaminan kredibilitas dan kepercayaan toko tersebut.

Coba cek tingkat interaksinya secara teliti. Kalau pengikutnya sampai puluhan ribu tapi jumlah like dan komentarnya sedikit, itu tandanya akun tersebut menggunakan followers bot. Kamu juga bisa iseng stalking daftar pengikutnya. Kalau isinya akun-akun aneh tanpa foto profil atau nggak ada aktivitas, mending langsung kabur saja! Itu cuma taktik mereka biar toko terlihat besar, padahal aslinya zonk.

5. Website Tidak Aman (Tidak HTTPS)

Website Tidak Aman - DOKU.Promo

Sobat DOKU harus tahu bahwa tampilan website yang rapi dan aesthetic nggak bisa menjamin kredibilitas. Sebelum berbelanja, coba periksa URL website di browser kamu. Kalau situsnya nggak mengandung “https” (hanya http) dan nggak ada ikon gembok terkunci, segera tinggalkan karena itu berbahaya. Sebab, data kartu kredit/password kita bisa dicuri oleh pihak yang nggak bertanggung jawab!

Perhatikan juga nama domain-nya dengan teliti. Kalau namanya terasa aneh atau banyak typo—misalnya yang seharusnya Shopee tapi malah ditulis Shoppe—kamu wajib waspada. Begitu juga kalau situs tersebut menggunakan akhiran domain yang nggak umum, seperti .xyz, .top, atau .info.

Kalau kamu menemukan ciri-ciri tersebut, mending langsung close tab saja! Itu adalah taktik situs phishing yang sengaja meniru tampilan marketplace besar untuk menjebakmu untuk memasukkan data pribadi. Jangan sampai lengah, ya!

6. Tidak Menyediakan Rekening Resmi

Kalau ada online shop yang nggak mau pakai sistem bayar di aplikasi atau rekening bersama yang disediakan oleh marketplace, atau maksa kamu transfer langsung ke rekening, itu sudah bisa dipastikan red flag dan jangan sampai lengah! Apalagi kalau nama pemilik tujuan rekeningnya berbeda-beda atau sering berganti setiap kali transaksi dilakukan, itu sudah pasti berbahaya, ya, Sob. 

Kamu wajib waspada jika diminta transfer langsung ke rekening pribadi atas nama perorangan. Melakukan transaksi di luar Virtual Account resmi atau rekening perusahaan (PT/CV) sangatlah berisiko, karena nggak ada jaminan uangmu bisa kembali jika terjadi masalah.

Biar kamu nggak waswas saat checkout, selalu gunakan Virtual Account resmi atau sistem Escrow (rekening bersama) yang disediakan platform belanja. Dengan cara ini, uangmu tetap aman dan baru akan diteruskan ke penjual setelah kamu mengonfirmasi bahwa barang sudah diterima dengan baik.

7. Memaksa Transaksi di Luar Platform

Kalau ada penjual mendadak cancel order-an di aplikasi resmi, lalu ngajak ngobrol via WhatsApp atau DM pribadi dengan alasan seperti “aplikasi sedang error”, "menghindari potongan admin”, atau “biar proses lebih cepat”, itu hanya trik supaya mereka lepas dari pengawasan aplikasi, mending langsung block saja! 

Penipu bakal mengarahkan kamu untuk membeli barang melalui link website yang nggak jelas atau chat pribadi, dan biasanya mereka menolak buat memberikan nomor resi pengiriman yang valid setelah transaksi. Sobat DOKU harus ingat, kalau transaksi dilakukan di luar platform resmi, nggak akan ada jaminan refund dari pihak e-commerce jika terjadi masalah. Jangan sampai kamu "rugi bandar" cuma gara-gara tergiur potongan harga tambahan, tapi mengorbankan keamanan transaksimu sendiri!

8. Testimoni Mencurigakan

Jangan langsung percaya begitu saja saat melihat deretan ulasan positif, karena bisa jadi itu cuma rekayasa si penjual. Coba cek foto testimoni dan ulasannya. Kalau gambarnya terlihat buram, pecah, atau ada watermark toko lain, biasanya itu hasil "nyolong" dari Google atau toko orang lain.

Selain foto, perhatikan juga gaya bahasanya. Kalau terdengar kaku, menggunakan tata bahasa aneh seperti hasil translate, atau punya pola kalimat yang sama persis di banyak ulasan, fix, itu testimoni palsu! Cek juga waktu pengirimannya, kalau ada banyak review bagus yang diunggah secara bersamaan dalam satu waktu yang singkat, itu sudah pasti kerjaan bot. Jangan sampai terjebak oleh "sandiwara" mereka, ya, Sob!

Cara Menghindari Kasus Penipuan Belanja Online

Cara Menghindari Kasus Penipuan Belanja Online : DOKU.Promo

Tenang, Sob, belanja online itu sebenarnya aman, asalkan kita nggak gampang "FOMO" dan paham celah keamanannya. Biar niat self-reward kamu nggak berubah jadi drama, yuk terapkan beberapa tips preventif di bawah ini supaya kamu bisa belanja sepuasnya tanpa rasa khawatir kena scam!

1. Riset Sebelum Membayar

Biar nggak kena tipu, coba jadi detektif sebelum checkout dan payment. Cek usia tokonya dan lihat apakah mereka punya riwayat penjualan yang bagus. Jangan lupa baca deskripsi produk secara menyeluruh! Jangan cuma terpukau foto yang aesthetic saja, tapi pastikan juga spesifikasi yang tertulis itu masuk akal. Terakhir, bandingkan harga di 2-3 toko lain. Kalau harganya terlalu jomplang di bawah harga pasar, anggap itu sebagai red flag yang wajib kamu hindari!

2. Gunakan Metode Pembayaran yang Tepercaya

Biar hati tenang, Sobat DOKU wajib bertransaksi menggunakan sistem Rekening Bersama (Escrow) yang disediakan oleh marketplace. Dengan sistem ini, uang kamu akan ditahan sementara oleh aplikasi dan baru diteruskan ke penjual setelah barang diterima dengan baik. Hindari transfer langsung (direct transfer) ke rekening pribadi penjual, meskipun diiming-imingi diskon tambahan atau gratis ongkir, karena itu bisa jadi jebakan! Kamu juga bisa pakai e-wallet atau kartu kredit yang punya fitur perlindungan konsumen untuk keamanan ekstra.

3. Belanja dari Sumber dan Platform Promo Tepercaya

Mau belanja dengan harga murah dan hemat pakai promo? Jangan asal klik link sembarangan dari broadcast WhatsApp atau email yang mencurigakan, ya! Karena bisa jadi itu adalah phishing. Biar tetap nyaman dan tetap cuan, mending langsung cek promo merchant pilihan dan tepercaya di DOKU.Promo, tempatnya DOKU kasih promo!

DOKU.Promo hadir sebagai platform penyedia promo tepercaya karena setiap mitra yang bekerja sama sudah terverifikasi kredibilitasnya. Dengan memilih DOKU.Promo, kamu nggak cuma dapat akses eksklusif ke berbagai diskon belanja dan tagihan, tapi juga bisa tidur nyenyak karena transaksimu terlindungi dari penipuan!

Tunggu apa lagi? Cari berbagai promo tagihan dan belanja favorit yang tepercaya dan hemat di DOKU.Promo! Yuk, kunjungi DOKU.Promo sekarang dan klaim penawaran menariknya yang anti-ribet dan anti-tipu-tipu!

Share Anti Kena Scam! Contoh Penipuan Belanja Online yang Merajalela

Artikel Terkait

#PastiAdaGebrakan

...
DOKU - PT Nusa Satu Inti Artha
Artha Graha Building 11th Floor Sudirman Central Business District Jl Jend Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190, Indonesia
DOKUPROMO
Tempatnya DOKU Kasih Promo, Giveaway, Webinar