Home / 5 Rekomendasi Gunung Ramah Pemula dengan View Juara

5 Rekomendasi Gunung Ramah Pemula dengan View Juara

February 5, 2026Blog

5 Rekomendasi Gunung Ramah Pemula dengan View Juara

Bicara soal rekreasi yang seru, mendaki gunung sering kali jadi pilihan utama untuk melepas penat. Tapi, memang banyak yang masih ragu buat memulai karena merasa belum punya pengalaman. Di sinilah pentingnya Sobat DOKU memilih gunung yang cocok untuk pemula sebelum memutuskan buat berangkat.

Beberapa nama yang sudah sangat populer dan ramah untuk kamu yang baru mulai mendaki antara lain Gunung Prau di Dieng, Gunung Papandayan di Garut, Gunung Andong di Magelang, hingga Kawah Ijen di Banyuwangi. Berikut ini berbagai rekomendasi gunung untuk pendaki pemula, lengkap dengan estimasi budget serta persiapan penting agar pendakian kamu tetap aman tanpa harus menguras tabungan.

5 Pilihan Gunung dengan Trek Santai dan Pemandangan Indah

Gunung-gunung di bawah ini dipilih karena punya waktu pendakian relatif singkat (di bawah 4 jam), jalur yang jelas dan aman, serta fasilitas yang cukup memadai untuk pendaki pemula yang baru pertama kali naik gunung.

1. Gunung Prau (Dieng)

Gunung Prau Dieng - DOKU.Promo

Gunung Prau terletak di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Gunung ini bisa dibilang primadona untuk pendaki baru. Jalur pendakian bisa diakses via Patak Banteng di Desa Patak Banteng, Kejajar, Wonosobo yang hanya membutuhkan waktu sekitar 2–3 jam, dengan trek yang relatif pendek dan nggak menyulitkan. Di sepanjang perjalanan, Sobat DOKU akan disuguhi padang rumput luas yang sering dijuluki Bukit Teletubbies.

Untuk biaya masuk sudah termasuk Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi/Simaksi dan tergolong ramah di kantong, yakni sekitar Rp15.000–Rp30.000. Bonus terbesarnya tentu saja pemandangan golden sunrise dengan latar megah Gunung Sindoro dan Sumbing, ikon wajib foto pendaki pemula. Namun, perlu diingat bahwa suhu di puncak Prau bisa turun drastis hingga mendekati 0°C saat malam hari, sehingga penggunaan jaket gunung berkualitas dan pakaian berlapis sangat diwajibkan demi keamanan.

2. Gunung Papandayan (Garut)

Gunung Papandayan Garut - DOKU.Promo

Gunung Papandayan di Garut terkenal sebagai salah satu gunung paling ramah untuk pemula. Jalur pendakian paling populer dan aman adalah via Pos Pendakian Cisurupan. Jalurnya cenderung landai dan berbatu, bahkan Sobat DOKU bisa menjadikan gunung ini sebagai kunjungan wisata keluarga. 

Kelebihan lain Papandayan adalah fasilitasnya yang lengkap karena tersedia toilet air panas dan warung makan untuk istirahat hingga pos atas bernama Pondok Saladah, jadi Sobat DOKU nggak perlu repot-repot membawa logistik berat. Meski jalurnya terasa seperti tempat wisata, Sobat DOKU harus tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat dan kabut tebal yang sering muncul di area Hutan Mati agar biar kehilangan arah.

Gunung Papandayan juga menawarkan pemandangan indah seperti kawah aktif, padang Edelweis, dan Hutan Mati yang menjadi spot ikonik dengan nuansa yang estetik dan super instagramable.

3. Gunung Andong (Magelang)

Gunung Andong Magelang - DOKU.Promo

Gunung Andong di Magelang cocok buat Sobat DOKU yang ingin mendaki tanpa ribet. Konsepnya dikenal sebagai pendakian “tektok” (naik langsung turun tanpa kemah) karena waktu tempuhnya hanya sekitar 1,5–2 jam. Walaupun dengan konsep pendakian tektok, pendaki tetap perlu menyiapkan fisik dan logistik yang untungnya nggak terlalu banyak, seperti air minum dan makanan. 

Dari puncaknya, Sobat DOKU bisa menikmati pemandangan 360 derajat dengan panorama Gunung Merapi, Merbabu, hingga Sindoro. Lokasinya mudah dijangkau dan biaya pendakiannya ramah kantong, cocok untuk pelajar atau pendaki pemula dengan budget terbatas.

Karena jalurnya yang cukup sempit di beberapa titik puncak, sangat disarankan untuk datang lebih awal atau saat hari kerja guna menghindari kepadatan pendaki yang bisa menghambat perjalanan kamu.

4. Kawah Ijen (Banyuwangi)

Kawah Ijen Banyuwangi - DOKU.Promo

Meski terkenal mendunia, Gunung Kawah Ijen di Banyuwangi tetap tergolong ramah untuk pemula dengan waktu pendakian sekitar 2 - 2,5 jam. Jalurnya lebar, mayoritas berupa aspal dan tanah keras, sehingga Sobat DOKU nggak membutuhkan teknik mendaki khusus seperti memanjat.

Daya tarik utamanya tentu fenomena api biru (blue fire) yang langka dan untuk melihatnya, Sobat DOKU perlu menaikinya saat dini hari. Selain fenomena itu, daya tarik lainnya adalah danau kawah berwarna tosca yang sangat unik. Namun, sebelum naik gunung, Sobat DOKU wajib membawa masker gas karena asap belerang cukup pekat, terutama saat mendekati kawah.

Biar perjalanan ke Kawah Ijen lebih aman, jangan sesekali meremehkan bau belerang yang pekat karena bisa sangat berbahaya bagi pernapasan jika terhirup terlalu lama.

5. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur Bali - DOKU.Promo

Buat Sobat DOKU yang sedang liburan ke Bali, Gunung Batur adalah pilihan pas untuk melihat matahari terbit dengan waktu tempuh hanya 2 jam. 

Meski singkat, medannya didominasi batuan vulkanik yang licin dan tajam, jadi pastikan menggunakan sepatu dengan grip yang kuat. Sangat disarankan juga untuk menggunakan jasa pemandu lokal agar perjalanan subuh kamu tetap aman dan nggak tersesat di persimpangan jalan.

Rencana Anggaran Mendaki Hemat

Sebelum mempacking keril, ada baiknya Sobat DOKU menyimak ringkasan estimasi biaya per orang di bawah ini sebagai panduan awal perjalanan:

Gunung Simaksi/Tiket Transport PP* Sewa Alat & Logistik Total Estimasi
Prau Rp30.000 Rp150.000 Rp100.000 ± Rp280.000
Papandayan Rp30.000 - Rp65.000 Rp100.000 Rp100.000 ± Rp250.000
Andong Rp20.000 Rp50.000 Rp50.000 ± Rp120.000
Kawah Ijen Rp7.500 Rp100.000 Rp50.000 ± Rp160.000
Batur Rp100.000 Rp150.000 Rp50.000 ± Rp300.000

*Estimasi keberangkatan dari kota terdekat/basecamp.

Mendaki Gunung Sendiri atau Bersama Tim? 

Bagi kamu yang baru pertama kali ingin mencicipi udara ketinggian, muncul pertanyaan klasik: lebih baik berangkat sendiri atau bersama teman? Bagi pemula, mendaki bersama tim atau mengikuti layanan Open Trip adalah pilihan yang jauh lebih bijak daripada solo hiking. Dari sisi keamanan, mendaki berkelompok memastikan adanya bantuan cepat jika terjadi hal yang nggak diinginkan, seperti cedera ringan atau gejala penyakit ketinggian. Secara psikologis pun, kehadiran teman akan menjadi penyemangat saat kamu mulai merasa lelah di tengah trek yang menanjak.

Selain faktor keselamatan, mendaki bersama tim juga jauh lebih ekonomis. Kamu bisa melakukan cost sharing untuk biaya bensin, sewa kendaraan, hingga urusan logistik makanan. Beban bawaan pun bisa dibagi; misalnya, satu orang membawa tenda, sementara yang lain membawa alat masak. 

Jika kamu belum memiliki lingkaran pertemanan yang suka mendaki, mengikuti Open Trip yang dikelola pemandu profesional adalah solusi cerdas. Kamu nggak perlu pusing memikirkan perizinan simaksi maupun transportasi, sehingga kamu bisa lebih fokus menikmati perjalanan dan menambah relasi baru sesama pecinta alam.

Pertanyaan Seputar Mendaki Gunung untuk Pendaki Baru

  1. Apakah stamina harus kuat seperti atlet? Nggak perlu, asalkan kamu disiplin melakukan pemanasan seperti jogging atau naik-turun tangga senggaknya satu minggu sebelum keberangkatan.
  2. Bahan pakaian apa yang sebaiknya dihindari? Hindari bahan jeans. Selain berat, kain jeans susah kering dan bisa membuat suhu tubuh turun drastis (hipotermia) saat cuaca dingin atau hujan.
  3. Apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba terjadi badai? Segera gunakan jas hujan, matikan alat komunikasi jika ada petir, dan menjauhlah dari puncak atau pohon tinggi menuju area yang lebih rendah/terlindung.
  4. Bolehkah memakai sepatu sneakers biasa? Sangat nggak disarankan karena licin. Gunakan sepatu gunung khusus yang memiliki sol dengan daya cengkeram kuat biar nggak mudah tergelincir.

Tips Persiapan Naik Gunung Hemat Tanpa Beli Alat Mahal

Selain memilih gunung yang tepat, persiapan naik gunung yang matang juga menjadi faktor penentu agar pendakian kamu tetap aman dan nyaman. Dari sisi fisik, kamu bisa mulai rutin melakukan jogging ringan atau latihan naik-turun tangga senggaknya seminggu sebelum keberangkatan. Hal ini penting untuk melatih otot kaki dan menjaga stamina agar tetap prima saat melibas trek pendakian.

Urusan perlengkapan pun sebenarnya nggak perlu langsung membuat kamu boros dengan membeli semua alat baru. Kamu bisa menerapkan konsep smart money agar anggaran tetap aman:

  • Manfaatkan Jasa Sewa Perlengkapan: Sewa perlengkapan outdoor seperti tenda, carrier, dan sleeping bag di rental terdekat bisa jauh lebih hemat. 
  • Berburu Barang Pribadi dengan Promo: Beli dengan promo seperti sepatu gunung, jaket windbreaker, dan headlamp lewat e-commerce atau voucher diskon. 

Kegiatan mendaki gunung memang tentang petualangan, tapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas nomor satu. Memiliki pakaian yang layak adalah kewajiban, dan menariknya, semua itu bisa kamu dapatkan dengan lebih irit kalau kamu jeli mencari celah diskon.

Bagi kamu yang sedang menyusun rencana liburan hemat ke gunung, mengecek DOKU.Promo sebelum berangkat adalah langkah yang sangat cerdas. Di sana, kamu bisa menemukan berbagai penawaran menarik untuk melengkapi perlengkapan, hingga promo tiket liburan untuk kereta atau pesawat yang bikin ongkos jalan-jalan kamu jadi lebih efisien.

Share 5 Rekomendasi Gunung Ramah Pemula dengan View Juara

Artikel Terkait

#PastiAdaGebrakan

...
DOKU - PT Nusa Satu Inti Artha
Artha Graha Building 11th Floor Sudirman Central Business District Jl Jend Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190, Indonesia
DOKUPROMO
Tempatnya DOKU Kasih Promo, Giveaway, Webinar