Home / Doa Nabi Sulaiman Meminta Kekayaan dan Kelapangan Rezeki

Doa Nabi Sulaiman Meminta Kekayaan dan Kelapangan Rezeki

October 18, 2026 • Blog

Doa Nabi Sulaiman Meminta Kekayaan dan Kelapangan Rezeki

Memiliki kehidupan yang berkecukupan menjadi salah satu harapan bagi banyak orang. Selain berusaha melalui pekerjaan dan aktivitas produktif, memohon kelapangan rezeki kepada Allah juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar. Salah satu doa yang sering dikaitkan dengan permohonan atas karunia besar adalah doa Nabi Sulaiman.

Doa tersebut terdapat dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah Shad ayat 35. Nabi Sulaiman memohon ampunan sekaligus meminta kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahnya. Dari doa ini, terdapat pelajaran tentang cara memohon karunia Allah dengan tetap menyadari bahwa setiap nikmat berasal dari-Nya.

Doa Nabi Sulaiman Meminta Kekayaan

Doa Nabi Sulaiman terdapat dalam QS. Shad ayat 35. Berikut bacaannya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَّا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّن بَعْدِي ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Latin:

Rabbi ighfir lī wa hab lī mulkan lā yanbaghī li-aḥadin min ba‘dī, innaka antal-wahhāb.

Artinya:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

Doa ini menunjukkan bahwa Nabi Sulaiman tidak hanya memohon karunia duniawi, tetapi terlebih dahulu meminta ampunan kepada Allah. Permohonan tersebut juga ditutup dengan pengakuan bahwa Allah adalah Al-Wahhab, yaitu Maha Pemberi karunia.

Apa Makna Doa Nabi Sulaiman?

Doa Nabi Sulaiman memiliki permohonan yang sangat spesifik, yaitu meminta kerajaan yang menjadi keistimewaan bagi beliau. Namun, jika dilihat lebih luas, doa ini juga mengingatkan bahwa manusia dapat memohon berbagai karunia kepada Allah.

Kekayaan sendiri tidak selalu berarti banyaknya harta. Rezeki dapat hadir dalam bentuk pekerjaan, kesehatan, ilmu, kesempatan, keluarga, kemampuan, maupun harta yang memberikan manfaat.

Pengakuan bahwa Allah adalah Maha Pemberi juga menjadi bagian penting dari doa tersebut. Artinya, sebesar apapun usaha yang dilakukan, setiap karunia tetap berada dalam kehendak Allah dan perlu disyukuri.

Mengapa Doa Ini Sering Dikaitkan dengan Rezeki?

Doa Nabi Sulaiman banyak dicari ketika seseorang sedang memohon kelapangan rezeki atau menginginkan kehidupan yang lebih berkecukupan. Hal ini berkaitan dengan isi doa yang memuat permohonan atas karunia besar dari Allah.

Doa Nabi Sulaiman bukan sekadar permohonan untuk memperoleh kekayaan, tetapi juga menjadi bentuk pengharapan seorang hamba atas karunia yang Allah limpahkan. Tidak ada ketentuan dalam QS. Shad ayat 35 mengenai jumlah bacaan atau waktu tertentu yang menjamin seseorang menjadi kaya. Yang utama adalah memanjatkan doa dengan penuh keyakinan, sambil menyerahkan hasilnya kepada kehendak Allah.

Rezeki yang hadir pun tidak selalu berbentuk harta yang berlimpah. Allah dapat melimpahkan rezeki melalui kecukupan, kemudahan dalam urusan, kesempatan yang baik, kesehatan, maupun keberkahan dalam apa yang telah dimiliki. Karena itu, doa dapat menjadi pengingat untuk terus berharap pada kemurahan Allah sekaligus menjalani ikhtiar dengan penuh syukur.

Baca juga: Kebiasaan Belanja Gen Z vs Milenial, Apa Bedanya?

Waktu yang Baik untuk Membaca Doa

Tidak ada waktu khusus yang ditetapkan dalam QS. Shad ayat 35 untuk membaca doa Nabi Sulaiman. Doa dapat dipanjatkan kapan saja, terutama ketika sedang membutuhkan pertolongan atau ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Beberapa waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berdoa antara lain:

  • Setelah melaksanakan shalat.

  • Saat memohon kelapangan rezeki.

  • Pada waktu sepertiga malam.

  • Ketika menghadapi kesulitan atau kebutuhan tertentu.

  • Saat memiliki keinginan baik yang ingin disampaikan kepada Allah.

Hal yang tidak kalah penting adalah memahami makna doa dan mengiringinya dengan ikhtiar.

Tuntunan Mengamalkan Doa Nabi Sulaiman

Doa akan lebih bermakna ketika tidak hanya dibaca sebagai rutinitas, tetapi juga dipahami maksudnya. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

1. Istiqamah Membaca dan Pahami Arti Doa

Istiqamah membaca doa sambil memahami terjemahannya dapat membantu meningkatkan keshusyukan doa yang dipanjatkan.

2. Sertakan dengan Istighfar

Membaca doa Nabi Sulaiman dapat diawali dengan permohonan ampun. Hal ini dapat menjadi pengingat untuk memperbanyak istighfar ketika memohon berbagai karunia kepada Allah.

3. Menyampaikan Kebutuhan kepada Allah

Selain membaca doa nabi yang bersumber dari ayat Al-Qur'an, kebutuhan dan harapan juga dapat disampaikan secara langsung selama berdoa.

4. Tetap Berikhtiar Mencari Rezeki Halal

Doa dapat berjalan bersama usaha. Bekerja, menjalankan bisnis, meningkatkan kemampuan, dan mencari penghasilan melalui cara yang halal juga merupakan bagian dari ikhtiar bersama doa.

5. Selalu Bersyukur atas Karunia yang Diterima

Rezeki yang telah dimiliki juga perlu selalu disyukuri. Rasa syukur membantu mengingat bahwa setiap karunia memiliki nilai dan tanggung jawab.

Doa Lain untuk Memohon Kekayaan dan Kelancaran Rezeki

Selain doa Nabi Sulaiman, terdapat beberapa doa lain yang relevan untuk memohon kebaikan dan kelapangan rezeki.

1. Doa Memohon Rezeki yang Baik

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

Doa ini memuat permohonan untuk mendapatkan rezeki yang baik sekaligus ilmu dan amal yang diterima.

2. Doa Memohon Kecukupan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Allahumma innī as'alukal-hudā wat-tuqa wal-'afāfa wal-ghinā.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan.”

Doa ini menunjukkan bahwa kecukupan tidak hanya berkaitan dengan materi, tetapi juga perlu disertai petunjuk dan ketakwaan.

3. Doa Nabi Musa Memohon Kebaikan

Dalam QS. Al-Qasas ayat 24 terdapat doa Nabi Musa:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr.

Artinya:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Doa tersebut menggambarkan kebutuhan manusia terhadap kebaikan dan pertolongan Allah dalam menjalani kehidupan.

Memohon Rezeki dengan Ikhtiar Doa dan Usaha

Doa Nabi Sulaiman mengingatkan bahwa karunia besar tetap perlu disertai kesadaran bahwa Allah adalah Maha Pemberi. Memohon rezeki dapat dilakukan sambil terus berusaha melalui jalan yang halal, bersyukur atas apa yang dimiliki, dan menggunakan setiap karunia secara bijak. Dengan begitu, mencari kekayaan tidak hanya berfokus pada banyaknya harta, tetapi juga pada manfaat dan keberkahan yang menyertainya.

Baca juga: 5 Ide Quality Time yang Bikin Weekend Tetap Seru

Promo Spesial dari Merchant DOKU

Jangan lewatkan berbagai promo menarik dari merchant yang bekerja sama dengan DOKU. Nikmati potongan harga spesial hingga cashback saat bertransaksi, sesuai periode dan syarat yang berlaku. Cek promo terbaru di doku.promo, cara jitu hidup hemat!

Share Doa Nabi Sulaiman Meminta Kekayaan dan Kelapangan Rezeki

Artikel Terkait

#PastiAdaGebrakan

...
DOKU - PT Nusa Satu Inti Artha
Artha Graha Building 11th Floor Sudirman Central Business District Jl Jend Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190, Indonesia
DOKUPROMO
Tempatnya DOKU Kasih Promo, Giveaway, Webinar