Home / Kebiasaan Belanja Gen Z vs Milenial, Apa Bedanya?
September 18, 2026 • Blog
Setiap orang punya cara sendiri dalam menentukan barang yang ingin dibeli. Ada yang mudah tertarik setelah melihat produk viral di media sosial, ada juga yang lebih suka membandingkan harga dan membaca review sebelum checkout.
Perbedaan kebiasaan ini juga bisa terlihat pada Gen Z dan Milenial. Namun, di balik cara belanja yang berbeda, keduanya sama-sama ingin memastikan pengeluarannya terasa worth it.
Lalu, seperti apa perbedaan kebiasaan belanja Gen Z dan Milenial? Dan bagaimana cara masing-masing generasi memilih promo yang sesuai dengan kebutuhannya?
Proses belanja biasanya dimulai jauh sebelum seseorang membuka halaman checkout. Cara menemukan produk yang menarik pun bisa berbeda antara Gen Z dan Milenial.
Bagi Gen Z, media sosial bukan hanya tempat mencari hiburan, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk menemukan produk.
Produk yang muncul berulang kali di FYP, rekomendasi kreator, konten review, hingga tren yang sedang ramai dibicarakan dapat membuat sebuah barang terlihat semakin menarik.
Awalnya mungkin hanya melihat konten secara sekilas. Namun, setelah melihat produk yang sama beberapa kali, muncul rasa penasaran untuk mencari tahu lebih lanjut.
Karena itu, perjalanan belanja Gen Z bisa saja dimulai dari sesuatu yang tidak direncanakan: scroll media sosial, menemukan produk menarik, lalu berakhir dengan membuka halaman produk.
Sementara itu, Milenial cenderung lebih mempertimbangkan apakah suatu barang memang dibutuhkan dan seberapa besar manfaatnya.
Sebelum membeli, pertanyaan seperti “Apakah ini memang perlu?”, “Seberapa sering akan digunakan?”, atau “Apakah harganya sepadan dengan manfaatnya?” bisa menjadi pertimbangan.
Jadi, jika Gen Z bisa menemukan produk karena viral di media sosial, Milenial bisa saja menemukan produk yang sama tetapi kemudian mempertimbangkan fungsi, kebutuhan, dan value sebelum membelinya.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional: Pahami Preferensi, Tingkatkan Transaksi!
Menemukan produk belum tentu berarti langsung membelinya. Ada berbagai pertimbangan yang bisa dilakukan sebelum menekan tombol checkout.
Bagi sebagian Gen Z, keputusan checkout bisa menjadi lebih spontan ketika ada penawaran yang terasa menarik.
Promo dengan manfaat langsung, seperti potongan harga atau penawaran terbatas, bisa membuat sebuah produk terasa semakin menarik untuk dibeli.
Terlebih jika barang yang ditawarkan memang sudah masuk dalam daftar keinginan. Ketika produk yang diinginkan tiba-tiba mendapatkan promo, keputusan untuk checkout bisa terasa lebih mudah.
Situasi seperti “mumpung promo” atau “kalau tidak dibeli sekarang, belum tentu dapat harga yang sama” juga bisa menjadi salah satu pertimbangan.
Milenial bisa lebih terbiasa melakukan beberapa langkah sebelum checkout.
Mulai dari membandingkan harga di beberapa tempat, membaca ulasan pelanggan, melihat spesifikasi, hingga memasukkan barang ke wishlist terlebih dahulu.
Cara ini membuat keputusan pembelian menjadi lebih matang. Barang yang sudah lama diinginkan pun bisa menunggu sampai ada harga atau promo yang dianggap lebih menguntungkan.
Misalnya, daripada langsung membeli ketika menemukan sebuah produk, seseorang bisa menyimpan produk tersebut terlebih dahulu. Setelah membandingkan harga dan membaca beberapa ulasan, barulah keputusan untuk checkout dibuat.
Perbedaan kebiasaan belanja juga dapat memengaruhi jenis promo yang terasa menarik.
Gen Z bisa lebih tertarik pada promo yang memberikan keuntungan langsung untuk barang atau aktivitas yang memang sedang diinginkan.
Misalnya, ketika sedang ingin membeli produk tertentu, potongan harga dapat menjadi alasan tambahan untuk segera menyelesaikan transaksi.
Promo yang sederhana, mudah dipahami, dan langsung terlihat manfaatnya juga dapat terasa lebih menarik. Namun, bukan berarti semua Gen Z memiliki pola belanja yang sama. Kebutuhan dan prioritas setiap orang tetap berbeda.
Bagi Milenial, promo bisa menjadi semakin menarik ketika dapat membantu menghemat pengeluaran yang memang sudah direncanakan.
Misalnya, ketika sudah memiliki kebutuhan tertentu, mendapatkan potongan harga dapat membuat transaksi tersebut terasa lebih hemat.
Dengan kata lain, promo bukan hanya soal mendapatkan harga yang lebih murah, tetapi juga tentang bagaimana promo tersebut membantu kebutuhan yang sudah ada. Karena itu, promo yang menarik bagi satu orang belum tentu menjadi pilihan pertama bagi orang lain.
Baca Juga: Perubahan Perilaku Konsumen saat Ekonomi Tidak Pasti, Bisnis Harus Apa?
Kalau diperhatikan, Gen Z dan Milenial mungkin memiliki cara yang berbeda dalam menentukan pembelian.
Gen Z bisa lebih mudah menemukan produk dari tren dan media sosial. Milenial bisa lebih banyak mempertimbangkan fungsi dan kebutuhan.
Gen Z mungkin lebih mudah terdorong oleh promo yang memberikan keuntungan langsung. Milenial bisa lebih tertarik pada promo yang membantu menghemat kebutuhan yang sudah direncanakan.
Tetapi, ujungnya sama: keduanya ingin merasa bahwa uang yang dikeluarkan memberikan manfaat yang sepadan.
Jadi, tidak ada satu pola belanja yang paling benar. Yang penting adalah memahami apa yang memang dibutuhkan dan memilih penawaran yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Perbedaan kebiasaan belanja sebenarnya menunjukkan bahwa setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda.
Ada yang sedang mencari promo untuk belanja. Ada yang membutuhkan penawaran untuk membayar tagihan. Ada pula yang ingin mendapatkan keuntungan lebih ketika melakukan top up untuk kebutuhan hiburan. Karena itu, memilih promo sebaiknya tidak hanya berdasarkan seberapa besar potongannya.
Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, DOKU menghadirkan berbagai pilihan promo dengan potongan mulai dari Rp10 ribu hingga Rp50 ribu.
Pilihan promo tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran tagihan, kebutuhan belanja, hingga top up hiburan. Dengan begitu, pelanggan bisa memilih promo DOKU yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Baik Gen Z maupun Milenial memiliki kebiasaan yang mungkin berbeda karena pengalaman, kebutuhan, serta cara mereka berinteraksi dengan teknologi dan informasi juga berbeda.
Gen Z mungkin lebih mudah menemukan inspirasi dari media sosial dan tren. Milenial mungkin lebih sering melakukan perbandingan sebelum membeli.
Namun, keduanya tetap memiliki tujuan yang sama: mendapatkan manfaat terbaik dari setiap pengeluaran. Apa pun kebiasaan belanjamu, yang penting tahu apa yang paling dibutuhkan dan pilih promo yang paling sesuai.
Temukan promo Hari Pelanggan Nasional dari DOKU dan pilih yang paling cocok untuk kebutuhanmu.
Share Kebiasaan Belanja Gen Z vs Milenial, Apa Bedanya?

Setelah melewati hari-hari yang penuh jadwal, deadline, meeting, dan berbagai urusan lainnya, weekend rasanya memang paling enak dipakai untuk berhenti sejenak.

Kita hidup di zaman dimana ada banyak hal dalam hidup yang bisa dilakukan tanpa perlu beranjak dari tempat duduk.

Pengeluaran 25–30 ribu untuk makan siang mungkin terasa kecil. Tapi kalau dikeluarkan di setiap hari kerja, jumlahnya bisa jadi cukup berat di akhir bulan.

Urusan stok kebutuhan rumah sering kali jadi hal yang terlupakan, terutama buat anak kos atau pekerja dengan rutinitas yang padat.

Perjuangan kita di hari ini sesederhana bangun pagi, berangkat kerja, menyelesaikan deadline, mengatur pengeluaran, hingga memastikan kebutuhan diri sendiri dan orang-orang tersayang selalu terpenuhi.
Promo
Perusahaan
Bantuan
Promo
Perusahaan
Bantuan